- Boleh minum dalam keadaan berdiri
Ketika kita melihat teman kita minum dalam keadaan berdiri, mungkin hati
kita akan terasa tidak nyaman. Karerna yang kita tahu, hal itu termasuk
perbuatan makruh. Akan tetapi Rosululloh sendiri juga pernah minum dalam
keadaan berdiri. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ
سَلَامٍ أَخْبَرَنَا الْفَزَارِيُّ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ أَنَّ ابْنَ
عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُ قَالَ سَقَيْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ
قَائِمٌ (رواه البخاري)
“Bahwa Ibnu Abbas bercerita: bawha ia pernah memberi minum Rasulullah
dari air Zamzam, kemudian Rasulullah meminumnya dalam keadaan berdiri”.
- Tidak boleh bergelas emas dan perak
Lain halnya dengan cincin adalah gelas. Rosululloh sangat melarang ummatnya
meminum menggunakan wadah yang terbuat dari perakdan tidak segan – segan
mengancam pelakunya dengan neraka jahannam. Sebagaimana hadis riwayat Ummu
Salamah.
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا
يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ
اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِي يَشْرَبُ فِي
إِنَاءٍ مِنْ فِضَّةٍ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ (رواه أحمد)
“barang siapa yang
meminum menggunakan wadah yang terbuat dari perak, maka di dalam perutnya
terdapat api jahannam”.- Sunnah berdo’a seusai makan atau minum
Salah satu kesunnahan adalah berdo’a ketika selesai minum. Hal ini
merupakan bentuk syukur kita terhadap dzat telah memberiklan kita nikmat. Do’a
tersebut sebagaimana yang tertera dalam hadis riwayat Abi Sa’id:
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ وَأَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ حَجَّاجِ بْنِ
أَرْطَاةَ عَنْ رِيَاحِ بْنِ عَبِيدَةَ قَالَ حَفْصٌ عَنْ ابْنِ أَخِي أَبِي
سَعِيدٍ و قَالَ أَبُو خَالِدٍ عَنْ مَوْلًى لِأَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَكَلَ
أَوْ شَرِبَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا
مُسْلِمِينَ (رواه الترمذي)
“Abu Sa’id berkata: ketika Nabi selesai makan atau minum maka
Nabi berdo’a:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا
مُسْلِمِينَ. - Sunnah dengan
Tangan Kanan
Segala sesuatu
yang kita kerjakan baik duniawi maupun ukhrawi yang bernafaskan ibadah. Salah
satu contoh, dan mungkin hal kecil adalah minum. Dalam minum ini agar berpahala
dan bernafaskan akhirat haruslah mengikuti tuntunan Rasulullah Saw dan salah
satunya adalah meminum dengan menggunkan tangan kanan. Sebab, meminum dengan
tangan kiri merupakan sebagian pekerjaan syetan. Hal ini sesuai sabda
Rasulullah Saw yang berbunyi:
إذا أكل أحدكم
فليأكل بيمينه. وإذا شرب فليشرب بيمينه. فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله.
(أخرجه مسلم)
“Jika
salah satu kalian semua makan, maka makanlah dengan tanagn kanan. Dan jika
minum, maka minumlah dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya syetan makan dan
minum dengan tangan kiri.” HR. Imam Muslim.

EmoticonEmoticon